Selasa, 21 Oktober 2014

“ TANAM PAKSA BEGITU RAJAM MENYIKSA, NAMUN DENGAN ADANYA TANAM PAKSA MEMAJUKAN BANGSA INDONESIA “


Sistem tanam paksa merupakan sistem pertanian yang mengharuskan (lebih tepatnya memaksa) para petani untuk menanam berbagai jenis tumbuhan tertentu sesuai dengan aturan yag telah ditetapkan oleh pemerintah Hindia Belanda, seperti tanaman tebu, kopi, nila dan tembakau , yang mana kebijakan ini diperkenalkan oleh gubernur jenderal Van de Bosch. Dimana pada tahun 1816 sampai tahun 1830 pemerintah belanda mengalami kegagalan dalam usahanya untuk mempraktekkan gagasan-gagasan liberalnya. Dan pada tahun 1830 keadaan di Indonesia dan di negeri belanda sangat buruk , dimana pemberontakan belgia dan perang diponegoro telah memakan biaya yang banyak sehingga beban hutang negeri belanda semakin besar.  Untuk menyelamatkan negeri belanda dari bahaya kebangkrutan akhirnya Van de Bosch diangkat sebagai Gubernur Jenderal di Indonesia dengan tugas mencari cara untuk mengisi kjekosongan kas negeri belanda agar tidak mengalami gulung tikar. Sehingga Van de Bosch memutuskan untuk menetapkan kebijakan yang memusatkan pada soal peningkatan produksi tanaman ekspor yang selama sitem pajak tidak berjalan. Yang mana Van de Bosh mengerahkan seluruh tenaga rakyat Negara jajahan untuk melakukan penanaman yang hasilnya dapat dijual dipasaran dunia ( ekspor). Dimana penanaman tersebut tidak dilaksanakan secara bebas akan tetapi dilaksanakan dengan system paksa. Yang mana kebijakan Van de Bosch ini dikenal dengan system tanam paksa  atau culturstelsel.

Gambar Sistem Tanam Paksa
System tanan paksa ini tidak berjalan begitu saja,akan tetapi system tanam paksa ini memiliki ketentuan. Yang mana ketentuan atau dasar ketetapan system tanam paksa sebagai berikut.
1.      Penduduk desa diwajibkan menyediakan 1/5 dari tanahnya atau lebih untuk ditanami tanaman dagangan yang dapat di ekspor
2.      Tanah yang disediakan untuk penanaman tanaman dagangan itu dibebaskan dari pembayaran pajak tanah
3.      Tanaman dagangan itu hasilnya harus diserahkan kepada pemerintah Hindia Belanda. Setiap kelebihan hasil tanaman dari jumlah pajak yang harus dibayar akan dibayarkan kembali kepada rakyat.
4.      Pekerja yang diperlukan untuk menanam tanaman dagangan tidak boleh melebihi dari pekerja yang diperlukan dalam penanaman padi.
5.      Wajib tanam paksa dapat dibantu dengan penyerahan tenaga untuk pengangkutan dan pekerjaan di pabrik
6.      Apabila mengalami gagal panen akan menjadi tanggungan pemerintah
7.      Dalam penggarapan penanaman tanaman dagangan langsung dibawah pengawasan dari kepala-kepala pribumi. Sedangkan pegawai-pegawai eropa mengawasi secara umum jalannya penggarapan sampai dengan proses pengangkutannya.

Sistem ini membawa keuntungan yang sangat luar biasa bagi pemerintah Hindia Belanda, namun bagi rakyat pribumi sistem ini merupakan penderitaan dan menambah kemelaratan hidup karena mereka bekerja mengurusi tanaman milik perintah Hindia Belanda secara cuma-Cuma. karena bedasarkan pada faktanya banyak pemaksaan yang dilakukan pemerintah Hindia Belanda kepada rakyat pribumi. Cultuurstelsel sendiri dalam perjanjiannya harus dilakukan secara sukarela, namun pada kenyataannya perintah Hindia Belanda melakukan penyimpangan-penyimpangan dan keluar dari apa yang telah tertera dalam perjanjian, termasuk perjanjian dalam hal tanah yang digunakan, waktu pengerjaan, orang yang dipekerjakan dan masih banyak lagi.
Akibat langsung yang telah diterima oleh penduduk Indonesia dari sitem tanam paksa sangat jelas sekali yaitu kemiskinan, kesengsaraan dan kelaparan. Beban pajak yang berat , panen yang gagal dan pemaksaan bekerja yang sewenang-wenang telah membawa malapetaka penduduk diberbagai daerah. Yang mana terjadi kekurangan produksi beras dan harga beras menjadi melambung. Pada tahun 1843, muncul bencana kelaparan di Cirebon dan pada tahun1850 kelaparan melanda daerah Jawa Tengah. Selain itu, banyak sawah ladang yang terbengkalai. Timbulnya berbagai penyakit baik yang menyerang fisik maupun mental rakyat pribumi. Bagi pemerintah Belanda, adanya cultuurstelsel ini membawa dampat positif, selain menambah keuangan negara, rakyat Belanda dapat hidup sejahtera. Dan juga, dari hasil cultuurstelsel tersebut, Amsterdam dibangun menjadi kota pusat perdagangan dunia.
Kebijakan Sistem Tanam Paksa di Indonesia oleh pemerintah Hindia Belanda banyak mendapat kritikan dari negara-negara liberal yang memandang bahwa penerapan cultuurstelsel di Indonesia sangat keji dan tidak berperikemanusiaan. Maka, tekanan yang dilakukan perintah Hindia Belanda terhadap Indonesia dalam upaya mencari keuntungan dan aturan yang ada, sedikit demi sedikit mulai diturunkan. Golongan liberal menghendaki system ini dihapuskan dari Indonesia karena tidak sesuai dengan system ekonomi Liberal. Golongan liberal di Belanda sendiri di pelopori oleh para pengusaha swasta. Kritikan juga datang dari kaum humanis dari Belanda yang Bernama Eduard Douwes Dekker dan juga Van Deventer yang menghimbau kepada pemerintah Hindia Belanda agar memperhatikan nasib rakyat ditanah jajahannya. Kerena mendapat banyak tentangan dari berbagai golongan, pemerintah Belanda secara berangsurangsur menghapuskan sistem tanam paksa. Pada tahun 1860, sistem tanam paksa yang diberlakukan untuk menanam lada dihapuskan dan pada tahun 1865 menyusul dihapuskan untuk tanaman nila dan teh. Berlanjut hingga tahun 1870, hampir semua jenis tanaman yang ditanam untuk tanam paksa dihapuskan, kecuali tanaman kopi. Akhirnya, pada tahun 1917, tanaman kopi yang diwajibkan untuk ditanam bagi rakyat di daerah Priangan juga dihapuskan. Kopi adalah komoditas terakhir yang hapuskan karena kopi yang paling banyak memberikan keuntungan bagi pemerintah Hindia Belanda.
Namun tidak selamanya tanam paksa membawa derita, selain memberikan keuntungan yang melimpah bagi negeri Belanda, tanam paksa juga memberikan keuntungan bagi masyarakat Indonesia, sistem tanam paksa telah menimbulkan berbagai akibat pada rakyat Indonesia. Meskipun demikian, pelaksaan sistem tanam paksa sedikit banyak juga telah memberikan nilai-nilai positif bagi masyarakat di pedesaan. Dalam tanam paksa, jenis tanaman wajib yang diperintahkan untuk ditanam adalah kopi, tebu, dan nila. Dengan diperkenalkannya tanaman-tanamn ekspor ini maka masyarakat dapat mengetahui tanaman apa saja yang bernilai jual tinggi di pasaran dunia.  Dengan bertambahnya pengetahuan masyarakat tradisional tentang tanaman ekspor, maka tentunya etos kerja masyarakat akan mengalami peningkatan. Selain itu dengan adanya tanam paksa , masyarakat Indonesia mulai mengenal mata uang, terjadinya perluasan jaringan jalan raya. Meskipun tujuannya bukan untuk menaikan taraf hidup masyarakat Indonesia melainkan guna kepentingan pemerintah Belanda sendiri mencipatakan kegiatan ekonomi baru dan Berkembangnya industialisasi di pedesaan seperti adanya pabrik gula dan lain sebagainya.


Rabu, 27 Februari 2013

Handout materi ajar


Handout Materi ajar
     Peristiwa Penting Menjelang Proklamasi Hingga Proklamasi Kemerdekaan

Peristiwa Rengasdengklok.
Berita mengenai kekalahan Jepang dalam perang Dunia II mulai tersebar di kalangan para pemuda indonesia. Para pemuda menganggap bahwa saat itu merupakan waktu yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun Ir. Soekarno dan Moh.Hatta tidak setuju dengan rencana para pemuda . Ir.Soekarno dan Moh.Hatta khawatir dengan reaksi jepang yang dapat menyebabkan terjadinya pertumpahan darah. Adanya perbedaan sikap tersebut akhirnya muncul peristiwa rengasdengklok.
Golongan tua adalah para anggota PPKI Yaitu Soekarno, Moh.Hatta, Ahmad Subarjo, Iwa Kusuma Sumantri, Buntaran dan Samsi. Mereka berpandangan bahwa tanggal proklamasi kemerdekaan indonesia disesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah jepang, yakni tanggal 24 Agustus 1945. Mereka tidak berani melanggar ketentuan itu karena khawatir akan terjadi pertumpahan darah. Meskipun telah kalah dalam perang,tetapi kekuatan militer jepang di indonesia masih sangat tangguh. Golongan muda adalah kalangan muda yang terdiri dari para mahasiswa dan anggota Peta seperti sutan syahrir, Chairul Saleh,Djihar Nur,Subadio,Subianto,kusnandar,Margono,Wikana dan Armansyah. Mereka memiliki sikap radikal mengenal proklamasi kemerdekaan indonesia. Menurut mereka proklamasi kemerdekaan indonesia adalah hak rakyat indonesia sendiri dan harus lepas dari pengaruh pihak lain, termasuk jepang. Oleh karena itu, proklamasi kemerdekaan indonesia harus dilaksanakan di luarPPKI yang merupakan bentukan jepang.
Sikap golongan muda tersebut disepakati secara bulat dala rapat disalah satu ruang lembaga Bakteoriologi di jalan pegangsaan timur no. 13,Jakarta. Rapat itu dilaksanakan pada tanggal 15 agustus 1945 yang dipimpin oleh Chairul Saleh. Keputusan rapat tersebut antara lain sepakat menolak segala bentuk hadiah kemerdekaan dari jepang, sepakat bahwa kemerdekaan itu  adalah hak dan persoalan rakyat indonesia sendiri yang tidak tergantung pada bangsa lain termasuk jepang dan harus segera memproklamasikan kemerdekaan, meminta Ir. Soekarno dan Moh.Hatta untuk memutuskan hubungan dengan jepang, serta mengirim Wikana dan Darwis untuk menyampaikan gasil rapat kepada Ir.Soekarno dan Moh.Hatta, Rapat itu kemudian memutuskan untuk mendesak Soekarno-Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Wikana dan Darwis kemudian ke rumah Ir. Soekarno dan menyampaikan hasil keputusan rapat dan mendesak agar proklamasi kemerdekaan indonesia dinyatakan pada keesokan harinya tanggal 16 Agustus 1945. Setelah berunding dengan para tokoh nasionalis Ir.Soekarno menyatakan tidak dapat memenuhi permintaan para pemuda dan menyatakan bahwa tanggal 16 Agustus sudah direncanakan akan diadakan siding PPKI yang akan membahas Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Menjelang tanggal 16 agustus 1945, pada waktu tengah malam para pemuda kembali mengadakan rapat di asrama Baperpi (Badan Permusyawaratan Pemuda Indonesia) di Jln.Cikini No.7 Jakarta Rapat memutuskan untuk mengamankan Ir.Soekarno dan Moh.Hatta ke luar Jakarta. Tempat yang dipilih  untuk mengamankan Ir.Soekarno dan Moh.Hatta adalah Rengasdengklok. Rengasdengklok terletak 15 km dari jalan raya Jakarta-Cirebon. Selain itu, antara daidan (Batalion) peta Jakarta dan Rengasdengklok berlatih bersama. Dari pertimbangan tersebut, maka setiap gerakan pasukan jepang yang akan ke rengasdengklok dari beberapa penjuru dengan cepat dapat diketahui dan dihadang dengan kekuatan militer yang cukup. Ir. Soekarno dijemput chairul saleh dan Muwardi, sedangkan Moh.Hatta dijemput oleh Sukarni dan Jusup kunto. Rombongan berangkat ke rengasdengklok dan dikawaloleh pasukan peta dibawah pimpinan Shodanco Singgih.
Setelah sampai di rengasdengklok Ir.Soekarno dan Moh.Hatta ditempatkan dirumah milik warga masyarakat Tionghoa yang bernama Jo ki Song. Golongan muda mendesak kembali agar Ir. Soekarno bersedia memproklamasikan kemerdekaan indonesia , namun pembicaraan tersebut tidak membawa hasil. Akan tetap ,dalam pembicaraan pribadi antara Ir.Soekarno dan Shodanco Singgih, Shodanco Singgih menyimpulkan bahwa Ir.Soekarno bersedia memproklamasikan kemerdekaan indonesia segera setelah kembali ke Jakarta. Kesediaan Ir. Soekarno tersebut disampaikan kepada golongan muda di Jakarta.
 Sementara itu, antara Mr.Ahmad Subarjo dan wikana terdapat kata sepakat bahwa proklamasi kemerdekaan harus dilakukan di Jakarta, dimana laksamana Maeda bersedia dan menjamin keselamatan selama mereka berada dirumahnya. Oleh karena itu , yusuf kunto hari itu juga  membawa Mr. Ahmad Subarjo bersama Sudiro ke rengasdengklok untuk menjemput Soekarno dan Hatta. Ir.Soekarno dan Drs Moh.Hatta kemudian kembali ke Jakarta. Sekitar pikul 23.00 WIB, rombongan tiba di Jakarta. Ir.Soekarno dan Moh.Hatta sebelum mulsi merumuskan teks proklamasi trlebih dahulu menemui Mayjen, Nishimura untuk berunding. Mereka ditemani oleh Laksamana Maeda,Shigetada Nishijima dan Tomegoro Yoshizumi serta Miyoshi sebagai penerjemah. Namun , pada pertemuan tersebut tidak dicapai kata sepakat. Akhirnya Ir.Soekarno dan Moh.Hatta menyimpulkan bahwa tidak ada gunanya membicarakan masalah kemerdekaan dengan jepang.
Perumusan Teks Proklamasi dan Proklamasi Kemerdekaan.
Atas kontak baik antara Ahmad Subarjo dan Laksamana Maeda (Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jepang di Jakarta). Yang sangat simpati terhadap perjuangan Bangsa Indonesia, maka Laksamana Maeda memperbolehkan tempat kediamanya di jalan imam Bonjol No. 1 Jakarta Pusat untuk menyelenggarakan rapat perumusan teks Proklamasi dengan memberikan jaminan keamanan terhadap kemungkinan serangan Angkatan Darat Jepang. Ditempat inilah naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia disusun.
Dengan bantuan Moh.Hatta dan Ahmad Subarjo , Ir.Soekarno menyiapkan teks yang ditulis tangan dengan pensil dengan judul “Maklumat Kemerdekaan”. Kemudian atas usul Iwa Kusuma Sumantri kata maklumat diganti dengan istilah proklamasi sehingga berbunyi “Proklamasi Kemerdekaan”. Keseluruhan rumusan teks proklamasi kemerdekaan indonesia terdiri atas dua bagian. Bagian pertama merupakan saran Ahmad Subarjo yang diambil dari rumusan Pancasila dan bagian kedua merupakan buah pikir dari Moh.Hatta.
Menjelang pagi pada tanggal 17 Agustus 1945 teks proklamasi berhasil dirumuskan oleh Ir.Soekarno, Drs. Moh.Hatta dan Mr. Ahmad Subarjo  yang disaksikan oleh Sukarni, Sayuti Melik, B.M.Diah dan Sudiro. Naskah yang ditulis tangan oleh Ir.Soekarno dibacakan dihadapan peserta rapat diruang depan dan setelah mendapat persetujuan isi serta siapa saja yang menandatangani , teks tersebut kemudian diketik oleh Sayuti Melik dengan beberapa perubahan yang kemudian ditandatangani oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia. Konsep naskah proklamasi itu diketik oleh sayuti Melik dengan perubahan kecil yang telah disetujui. Perubahan tersebut yaitu tulisan “tempoh” diganti menjadi “tempo”, tulisan “wakil-wakil bangsa Indonesia” diganti menjadi “atas nama bangsa Indonesia”, dan tulisan “Djakarta, 17-8-‘5” diganti menjadi “Djakarta hari 17 boelan 8 tahoen ‘05”.
Dini hari tanggal 17 agustus 1945, naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia selesai dirumuskan. Langkah selanjutnya adalah membacakan lalu menyebarluaskan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Menjelang pembacaan teks proklamasi, massa telah memadati halaman rumah Soekarno. Keamanan di tempat itu dijaga oleh passukan Peta di bawah pimpinan Shodanco Latief Hendraningrat dan Shodanco Arifin Abdurrahman. Persiapan upacara dipimpin oleh Suwiryo yang pada waktu itu walikota Jakarta. Persiapan untuk upacara dilakukan serba spontan.
Lima menit sebelum acara dimulai oleh Moh. Hatta datang kemudian Latief Hendraningrat memberikan aba-aba agar semua peserta berdiri tegak dengan sikap sempurna. Sebelum membacakan teks proklamasi, Soekarno mengucapkan pidato pendahuluan singkat yang intinya sebagai berikut:
Meski mengalami pasang surut, perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan tidak pernah berhenti.
Dengan tenaga dan kekuatan sendiri, bangsa Indonesia bertekat bulat menentukan nasib bangsa dan tanah airnya.
Setelah pembacaan teks proklamasi selesai, acara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih. Pengibaran itu dilaksanakan oleh Suhud dan Latief Hendraningrat dan diiringi lagu Indonesia Raya. Selesai pengibaran bendera acara dilanjutkan dengan pidato dari Suwiryo dan dr. Muwardi. Upacara Proklamassi Kemerdekaan Indonesia hanya berlangsung sekitar satu jam. Meskipun singkat dan sederhana peristiwa itu telah membawa perubahan yang luar biasa bagi bangsa Indonesia.


















DAFTAR PUSTAKA

Ricklefs, M.C. 2010. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta
Poesponegoro, Marwati Djoenet.1992. Sejarah Nasional Indonesia Jilid 6. Jakarta:Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,Balai Pustaka.

Rabu, 09 November 2011

UTS Pengantar ilmu sejarah


1)
·        Mohammad Hatta dalam pengantar Ke Jalan Ilmu Pengetahuan mengemukan bahwa sejarah dalam wujudnya memberikan pengertian dari masa lampau,menggambarkan dinamika kita sebagai bentuk rupa dari masa lampau.sejarah bukan gambaran yang sebenar-benarnya,tetapi sebagai gambaran yang dimudahkan supaya kita mengenal rupanya.sejarah bukan melahirkan ceritera dari suatu kejadian masa lalu,melainkan memberikan pengertian masa lalu sebagai masalah-masalah.
·  Gilbert J.Garraghan dalam bukunya A Guide to Historical Method mengemukakan bahwa sejarah memiliki tiga arti yang saling berkaitan, tetapi berbeda konsepnya yaitu sbb
1. Sejarah sebagai kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi itu pada masa lampau(past human event; past actuality)
2. Sejarah sebagai laporan dari peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi itu (the record of the past human events or past actuality)
3. Sejarah sebagai proses teknik penyusunan laporan dari a dan b(the prosess or tecnique of making the record)
·        -R.Moh. Ali,S.S. dalam Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia mengartikan sejarah sebagai:
a.                       Keseluruhan perubahan-perubahan, kejadian-kejadian, peristiwa, kenyataan-kenyataan yang benar-benar telah terjadi disekitar kita.
b.                       Ceritera tentang perubahan-perubahan itu (a).
c.                        Ilmu yang menyelidiki perubahan-perubahan yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
·        Panitia Hitotigrafi Dewan riset Ilmu-ilmu Sosial Amerika (Social Sciance Research Council), menyimpulkan bahwa sejarah sekurang-kurangnya dipakai untuk lima pengertian sebagai berikut:
a.     Penyelidikan secara sistematik tentang gejala-gejala alam.
b.     Masa lampau umat manusia atau sebagian dari padanya.
c.      Benda peninggalan masa lampau , tulisan baik primer atau sekunder atau manusia sebagian dari padanya.
d.     Cabang ilmu pengetahuan yang mencatat, menyelidiki, menyajikan dan menjelaskan masa lampau umat manusia atau sebagian dari padanya.
·        Ernts Bernheim dalam Lechrbuch der historischen method und der Geschictephiloshophie berpendapat ilmu sejarah adalah ilmu yang menyelidiki dan menyajjkan fakta-fakta perkembangan – perubahan umat manusia dalam dimensi ruang dan waktu dalam berbagai segi kehidupannya baik secara individual ,khusus, maupun kolektif sebagai makhluk social dalam kerangka hubungan sebab akibat psikopisik.
Menurut saya sejarah itu sendiri adalah kejadian atau peristiwa yang terjadi dimasa lampau,bukan sebagai kebetulan,bersifat kronologis dan merupakan peristiwa penting.

2)
·        Sejarah sebagai ilmu adalah suatu susunan pengetahuan tentang peristiwa dan cerita yang terjadi di dalam masyarakat manusia pada masa lalu yang disusun secara sistematis dan menggunakan metode yang didasarkan atas asas-asas, prosedur dan metode serta teknik ilmiah yang diakui oleh para pakar sejarah.
      Syarat pokok sejarah disebut sebagai ilmu adalah:
      a). Obyek yang definitif
                 b). Adanya formulasi kebenaran yang dapat di pertanggung jawabkan   kebenarannya
      c). Metode yang efisien
      d). Menggunakan sistem penyusunan tertentu
·        Sejarah sebagai seni merupakan cara bagaimana membuat pembaca sejarah tertarik atas informasi kejadian masa lalu yang disajikan karena unsur keindahan yang disertakan di dalam menyajikan informasi sejarah di masa lalu sehingga akan mencapai sasaran penyampaian informasi sejarah. Sejarah berperan sebagai seni sangat terkait sekali dengan cara penulisan sejarah itu sendiri.

3)
Fakta sejarah adalah  merupakan keterangan baik itu lisan, tertulis, atau berupa benda-benda peninggalan sejarah yang kita peroleh dari sumber-sumber sejarah setelah disaring dan diuji dengan kritik sejarah atau kesimpulan dari kenyataan yang diperoleh dari penyelidikan terhadap sumber sejarah atau dokumen
Cara menjadikan fakta-fakta dalam tulisan sejarah
1.Heuristik yaitu mencari dan menemukan sumber-sumber yang diperlukan.
2.Kritik (pengujian) terhadap sumber terdiri dari kritik eksternpengujian terhadap otentikitas,asli,turunan,palsu,serta relevan tidaknya suatu sumber.kritik intern yaitu pengujian terhadap isi atau kandungan sumber.tujuan kritik untuk menyeleksi data menjadi fakta.
3.Interprestasi atau penafsiran.pada tahap ini sejarawan mencari saling hubung antar berbagai fakta yang telah ditemukan kemudian menafsirkannya.
4.Historiografi yaitu tahap penulisan sejarah.pada tahap ini rangkaian fakta yang telah ditafsirkan disajikan secara tertulis sebagai kisah atau ceritera sejarah.

Oto biografi
Elva Novalia, Lahir di Kediri, 28 November 1992. Pendidikan, TK Kusuma Mulya di Dsn. Karanglo Kec. Ngadiluwih Kab. Kediri (1999), SDN Tales 01 di Dsn. Tales Selatan Kec. Ngadiluwih Kab. Kediri (2005), SMP Negeri 1 Ngadiluwih Kec. Ngadiluwih Kab. Kediri (2008), SMK Negeri 2 Kediri di Jl. Veteran no.5 kota Kediri (2011), sekarang di Universitas Negeri Surabaya jurusan Pendidikan Sejarah. Prestasi yang pernah diraih juara 3 cerdas cermat SD tingkat Kecamatan, juara 2 siswa teladan SD tingkat kecamatan.

4)


 1.     Kebenaran Pragmatis (pragmatism theory of truth)
Dalam faham fragmatisme sesuatu dianggap benar bila terbukti sesuatu itu mendatangkan manfaat
2.     Kebenaran empiris (empirisme theory of truth) yaitu kebenaran yang biasanya menunjuk kepada yang dianggap benar bila sesuai dengan pengalaman indrawi,dapat diamati oleh indera.
3.     Kebenaran berdasarkan teori korespondensi(correspondence theory of truth) dalam teori ini sesuatu dianggap benar bila terdapat kesesuaian antara fakta yang diuji dengan kenyataan yang ada.
4.     Kebenaran berdasarkan teori koherensi(coherence theory of truth) menurut teori koherensi sesuatu dianggap benar bila sesuatu itu berkaitan dan cocok dengan sejumlah kebenaran lainnya yang kebenarannya telah diakui.
Menurut saya teori kebenaran yang saya anggap paling sesuai adalah teori kebenaran  koherensi karena Suatu pernyataan sejarah dipandang benar, apabila pernyataan itu sesuai atau ada kaitannya (koherensi) dengan pernyataan-pernyataan yang kebenaranya sudah diterima.